UNTUK AKU!
Untuk Aku yang masih dalam peperangan itu.
Menarik duka dan berusaha memeluknya dengan erat, takut dia keluar dalam bentuk lain yang melelahkan.
Mengusap dada sambil bergumam menenangkan, lelah meladeni tangis yang senang bertukar tempat dengan amarah.
Rasa-rasanya ingin ku bakar saja dunia ini.
Atau yang harusnya lenyap itu aku?
Ah sudahlah.
Aku ini baik-baik saja.
Hanya berlagak paling sakit.
Bukan begitu?
Sekali lagi, ini... Untuk Aku.
@feliantji - 20 Maret 2025
Komentar
Posting Komentar