Awan
Awan yang ku lihat dari sisi ruangan itu, sebenarnya menyimpan banyak rahasia.
Awan yang sering menghitam itu, menyimpan tatapan dendam, kekecewaan, sakit hati, seruan tertahan hati yang ingin menyerah, atau mungkin tawa bahagia.
Mungkin memang ia dibiarkan terlihat agar menghangatkan hati penghuni ruangan yang terlanjur beku, atau menguatkan hati teman penghuni ruangan yang hampir runtuh.
Aku sering menatapnya, mengabadikannya. Sekarang tak pernah lagi kukunjungi ruangan itu, tapi awan menangkap seluruh memorinya, bahkan semua yang tak bisa kutangkap sendiri.
Ada kalanya dia ditemani rintik hujan, bahkan petir. Mungkin di saat itulah ia paling menyeramkan. Tetap saja ditatap penghuni ruangan, penderitaan yang ini lebih menyeramkan.
Beberapa penghuni sudah pergi. Mungkin sudah menyapa awan. Apa mereka saling bercerita? Mungkin rasa kami yang tidak tersampaikan pada penghuni sudah disampaikan awan?
15 Maret 2022
@feliantji - 17 Novemberr 2024

Komentar
Posting Komentar