Ucapan Maaf dan Terima Kasih
Kalau saya jadi atap kamar ini, saya pasti tersinggung.
Selama 4 tahun, dia ditatap sambil ditertawakan. Kadang kala sambil ditangisi. Memangnya dia salah apa?
Pada dinding, saya minta maaf. Beberapa sisinya berbekas tempelan kata-kata ajaib, yang saya tatap setiap kali akan menyerah.
Untuk pintu yang kadang ragu saya buka, terima kasih sudah mengerti.
Lampu yang lebih sering saya biarkan mati lalu hidup lagi, maaf untuk beberapa keputusan labil yang melelahkan.
Gorden yang tidak pernah terganti, maaf kamu jadi kotor sekali.
Kalau lemari dan cermin, terima kasih sudah jadi saksi hari-hari saya sedang 'gila', mohon disimpan sendiri, jangan dibagi-bagi.
Meja yang sepertinya akan roboh, maaf untuk beberapa goresan dan tanda bekas 'kreatifitas' saya.
Kamar mandi, sebenarnya kamu yang paling sabar dari semua. Terima kasih sudah menjadi penonton terbaik semua drama dan konser musik yang saya adakan. Tenang, tidak dikenai biaya.
Terakhir, tempat tidur tersayang. Saya tau semakin hari saya semakin bertambah berat. Terima kasih masih mau menopang. Untuk beberapa kerangka besi yang sudah bengkok dan patah, saya mohon maaf. Memang selama 4 tahun ini kamu terlalu multifungsi bagi saya.
Tulisan ini bukan dirangkai atas dasar kepala yang mulai 'gila', tapi karena perasaan gelisah harus meninggalkan 'rumah' ini.
Terima kasih kamar. Selamat bertemu dan berbagi cerita dengan penghuni berikutnya. Saya pergi dulu🌻
@feliantji - 10 Desember 2025

Komentar
Posting Komentar